Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2011

Fakultas Nuklir ??

apa kabar pondohers?!
pada sehat2 kan ? :D

tadi pagi, saat bang jatson lagi nangkring di singgasana(WC) abang teringat mengenai mau kuliah dimana nanti, sejenak kepikiran mau masuk TI, Pertambangan, ato eAnX lAenYaGhh . . < whaduh



tapi sempat terbercrot, eh, terbersit di pikiran saya, tentang teknik nuklir, kalo dipikir2 emang jarang banget ada yang memperhatikan, dan keliatanya masa depanya surem, karena emang di indonesia lapangan kerjanya bisa diitung pake jempol nenek kamu.


neh , setelah selesai bersemedi, bang jatson lantas ceb*k dan posting di jeruk pondoh, hemh loh, nih post bauknya ga karuan kan?

nah , udah deh trus cari2 info tentang sejarah teknik nuklir dan . , , ,

cekidot.

>>> baca semua yah . . . 


Sejarah nuklir indonesia dimulai pada tanggal 16 November 1964 ketika ilmuwan-ilmuwan anak bangsa yang dipimpin Ir. Djali Ahimsa berhasil menyeleseikan criticality-experiment terhadap reaktor nuklir pertama Triga Mark II di Bandung. Pada keesokan harinya tertanggal 17 November 1964 Surat Kabar Harian Karya memberitakan soal kedatangan abad nuklir di Indonesia. Kemudian pada tanggal 18 November 1964 Radio Australia mengumumkan bahwa“Indonesia mampu membuat reaktor atom”. Disusul dengan ulasan dua menit oleh “stringer” AK Jacoby yang menulis : Indonesia masuk abad nuklir. Suatu hal yang sungguh membanggakan bahwa di umurnya yang masih 19 tahun, Indonesia berhasil melakukan apa yang negara - negara maju telah lakukan. Inilah bukti bahwa bangsa kita adalah sejajar dengan bangsa lain.








Hari Sabtu, tanggal 20 Februari 1964 reaktor pertama dengan daya 250 kW ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada waktu itu Ir.Soekarno. Reaktor ini digunakan untuk keperluanpelatihan, riset, produksi radio isotop. Reaktor ini mengalami dua kali pembongkaran untuk mengganti beberapa komponen utamanya pembongkaran pertama pada 1972 dipimpin Sutaryo Supadi dan yang kedua pada 1997 dipimpin Haryoto Djoyosudibyo dan A. Hanafiah.


Reaktor Nuklir Kartini yang berlokasi di Yogyakarta, merupakan Reaktor Nuklir yang dirancang bangun oleh anak bangsa.


Tidak cukup sampai disini pada tahun 1979. Indonesia mengoperasikan Reaktor kartini yang berdaya 100 kw yang didesain dan dirancang bangun oleh putra - putri terbaik bangsa. Pada tahun 1987 di serpong resmi dioperasikan reaktor serpong yang berdaya 30 Mw Pada pertengahan tahun 2000 TRIGA MARK II selesei diupgrade dengan daya 2000 kW, dan pengoperasiannya diresmikan oleh Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri nama reaktor diubah menjadi Reaktor TRIGA 2000 Bandung.


Sadar akan kebutuhan SDM yang mahir dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir yang diperlukan untuk mampu memasuki Industri Nuklir maka pemerintah pada awal tahun 1980-an membentuk Jurusan Teknik Nuklir di Fakultas Teknik Nuklir UGM, Jurusan instrumentasi Nuklir dan Proteksi Radiasi di bagian Fisika UI, serta Pendidikan Ahli Teknik Nuklir di Yogyakarta (sekarang Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir). Namun pada tahun 1997 Program Nuklir Indonesia ( dalam hal ini perencanaan pembangunan PLTN ) berhenti yang salah satunya dikarenakan karena penemuan gas alam di kepulauan Natuna. Ini menyebabkan Jurusan Teknik Nuklir di UGM saat ini sudah berubah dan diganti menjadi Teknik Fisika, sedangkan Jurusan Instrumentasi dan juga Jurusan Proteksi Radiasi dari Bagian Fisika UI, ditutup. Namun saat ini masih terdapat kegiatan pendidikan tentang Iptek Nuklir di ITB sebagai bagian dari Departemen Fisika ITB (S1, S2, S3) dan juga di UGM (S3). Sehingga Praktis hanya di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir yang menjadi satu - satunya perguruan tinggi yang mencetak tenaga - tenaga profesional di bidang IPTEK Nuklir.


Sadar tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik Nasional jika hanya bertumpu pada pembangkit Listrik konvesional maka Pada Tahun 2005 Indonesia kembali menjalankan program nuklir ini. Pada tahun 2006 pemerintah menetapkan Kebijakan Energi Nasional (KEN) melalu Kepres No 5 tahun 2006, yang mengamanatkan bahwa pada tahun 2025, energi terbarukan plus nuklir bisa mencapai kurang lebih 5 persen untuk kebutuhan listrik Indonesia.


Kerja sama dengan IAEA - meliputi persiapan pembangunan PLTN dan persiapan regulasi, kode, panduan, dan standar bagi PLTN -pun dirintis sejak 2005. Pada 2008, regulasinya diharapkan sudah siap. Saat ini Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) sudah dibuat dan tinggal ditandatangani oleh Presiden. Kali ini rupanya pemerintah tidak main-main dalam rencananya ini, ini terlihat dalam kurun waktu berdekatan, Indonesia sudah menandatangani sejumlah nota kesepakatan kerja sama bidang nuklir dengan beberapa negara. Rusia, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat (AS).Disini sudah jelas, bahwa ternyata bangsa kita sudah memiliki cukup pengalaman dalam bidang teknologi yang satu ini. Anak- anak bangsa terbukti mampu mengoperasikan 3 reaktor nuklir di indonesia selama bertahun - tahun dengan bersih dan belum memiliki catatan buruk mengenai kecelakaan nuklir yang membahayakan lingkungan dan masyarakat. Sudah ada pula ribuan aplikasi nuklir yang dipakai di bidang kesehatan seperti pada proses radiasi kanker dan teknik isotop untuk pengembangan obat. Ini belum Ratusan aplikasi nuklir yang dipakai di bidang industri seperti dalam proses desalinasi air, pemuliaan tanaman, dan banyak lagi.




Ungkapan skeptis dan pesimis yang terhadap kemampuan SDM indonesia dalam teknologi nuklir, menurut saya tidak lebih dari sebuah mental inferior yang telah ditanamkan penjajah kepada kita selama bertahun - tahun, sehingga pemikiran ini bak warisan - diturunkan turun temurun dari generasi ke generasi, sehingga kita selalu berpikiran bahwa bangsa lain lebih hebat dari kita, bangsa lain lebih pandai dari kita. Padahal pada kenyataannya sekali - kali tidaklah demikian. Mental inferior inilah yang harus dihapuskan dari pemikiran para generasi muda jika bangsa kita ingin maju. Sejarah telah membuktikan bahwa kita mampu merdeka dengan keringat dan darah kita sendiri, dan bukan merupakan pemberian orang lain. Ini sebenarnya merupakan tanda bahwa kita adalah sejajar dengan bangsa - bangsa lain, bahwa bangsa ini merupakan bangsa besar yang juga mampu untuk melakukan apa yang bangsa lain telah lakukan demi kemajuan negerinya.


di ambil dari sobat nya jeruk pondoh : http://forum.upi.edu/v3/index.php?topic=16306.0

nah, ada baiknya juga kan?? :D

btw , kalo ada yang minat juga, bisa kunjungin nih Fteknik fisikanya UGM :D


http://tf.ugm.ac.id/?page_id=504

Kamis, 27 Oktober 2011

Indonesia sumbangkan 3,1 juta USD kepada negara-negara ASEAN

Belakangan bencana alam merupakan hal yang patut menjadi sorotan pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah regional . Tak heran, hal ini dikarenakan bencana yang satu ini selalu memakan banyak korban jiwa maupun harta. Belum lagi tentang beragam penyakit yang akan ditimbulkannya pasca bencana.
Kasus bencana yang sedang ramai diperbincangkan ialah kasus banjir yang melanda kawasan Asia tenggara secara serentak akhir-akhir ini. Memang, selain berada di Ring of Fire yang rawan gempa, Kawasan Asean juga berada di belahan bumi beriklim tropis yang curah hujannya sangat tinggi sehingga sangat berpotensi untuk menyebabkan bencana banjir. Kasus banjir terdekat ialah di Jakarta, Sedikitnya 80 orang dinyatakan tewas selama 10 hari karena terseret arus, tersengat listrik, atau sakit. Kerugian material akibat matinya perputaran bisnis mencapai triliunan rupiah, diperkirakan sampai 4,3 triliun rupiah. Sementara itu,  Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra menilai banjir yang melanda negaranya kali ini yang terparah dalam setengah abad terakhir. Lebih dari 300 orang tewas dan sediktinya 930 pabrik berhenti beroperasi. Akibatnya, 300 ribu pekerja terpaksa diliburkan.  Cerita yang sama juga terjadi di singapura, negara yang selama ini notabene merupakan surga para pebelanja manca negara juga tergenang air banjir, Hujan deras menyebabkan banjir di Orchard Road dan perempatan Scotts Road selama sekitar satu jam sehingga tak bisa dilewati untuk lalu-lintas. Wilayah paling parah adalah Orchard Road dan Rochor. Orchard Road kini telah berubah menjadi Orchid River.
Dari data diatas, dapat kita lihat betapa mengerikannya bencana banjir ini. Banyak sekali fasilitas-fasilitas negara yang rusak, gedung-gedung sekolah terbangkalai, dan yang pasti kegiatan ekonomi di wilayah tersebut akan mati. jika keadaan yang semacam ini dibiarkan, lambat laun hal ini akan menjadi beban yang sangat berat bagi pemerintah. Pertumbuhan ekonominya akan terhambat, demikian pula dengan pendidikannya. Selain itu, yang lebih nyata adalah bahwa ada sangat banyak korban banjir yang membutuhkan pertolongan. Banyak dari mereka yang kekurangan pangan, dukungan moral, obat-obatan, selimut, pakaian, dan lain-lain. Coba kita bayangkan, seandainya yang duduk di bawah tenda pengungsian, menunggu termenung selama berhari-hari untuk bantuan itu adalah kita. Pastilah kita sangat berharap ada yang mengulurkan tangannya untuk kita. Maka dari itu perlu adanya bantuan yang nyata dari berbagai pihak.

Mungkin hal tersebutlah yang ingin dilakukan oleh Negara Indonesia dalam “aksi tanggap bencana”nya yang dilakukan pada tanggal 25 November kemarin. Indonesia yang diwakili oleh menteri kesejahteraan rakyat Bapak Agung laksono, memberikan sejumlah bantuan untuk 6 negara korban bencana alam di ASEAN. Di antaranya ialah Cambodia, Lao PDR, Myanmar, the Philippines, Thailand, dan Viet Nam. Tak tanggung-tanggung iktikad baik yang coba ditunjukkan oleh Indonesia tertera dalam sebuah cek senila 3,1 juta USD atau setara dengan 30 milyar rupiah. Dalam pertemuanya bersama 6 negara penerima banuan tersebut, Bapak menteri agung laksono menyatakan bahwasanya penanggulangan bencana harus ditekankan mengingat pentingnya implementasi AAD MER (Agreement on Disaster Management and Emergency Response) atau yang lebih dikenal sebagai perjanjian penanggulangan dan respon darurat bencana. Dan beliau juga mengatakan bahwa Indonesia sangat antusias menyambut operasional program penanggulangan bencana di kawasan ASEAN.

            Kembali kepada teori yang mengemukakan bahwa manusia merupakan mahluk sosial yang saling membutuhkan dan saling menolong. Tindakan pemerintah Indonesia yang semacam ini sangat menunjukkan rasa peduli sosial Negara Indonesia akan bencana yang menimpa negara yang berada disekitarnya. Peduli sosial, rasa kesepenanggungan, rasa empati, dan simpati inilah yang merupakan kunci sukses dalam menjalin hubungan kerja sama yang baik dalam komunitas ASEAN. Berangkat dari saling menolong antara inilah nantinya rasa saling membutuhkan diantara anggota ASEAN akan terbentuk dan secara otomatis itu berarti hubungan-hubungan antar-negara di sektor lain juga akan terjaga dengan baik.

            Dilihat dari kacamata politik, tentunya bantuan indonesia ini akan mengangkat “prestice” negara Indonesia. Dan seberapa pentingkah “prestice” itu sendiri. Dalam dunia politik kita mengenal dengan apa yang disebut political feed back, ketika kita memberikan sesuatu pada seseorang, maka sudah selazimnya orang tersebut memberikan sesuatu sebagai balas budi. Dan ini berarti ketika Indonesia mendapatkan situasi yang sama, negara-negara lain juga dengan senang hati akan membantu. Tentunya, bantuan dari negara-negara tetangga kita akan sangat meringankan beban yang ditanggung oleh negara. Dengan demikian tentu saja akan terjalin hubungan yang baik di dalam komunitas ASEAN yang notabene senasib sepenanggungan.
            Namun mari kita tengok keadaan Indonesia yang sekarang ini. Ibarat memberikan sebatang coklat kepada orang lain tanpa menyisahkan apapun untuk diri kita sendiri yang sedang kelaparan. Banyak sekali hal-hal yang harus diperbaiki di Indonesia. Tentang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Bukanlah hal yang pantas memang, memberikan sesuatu kepada orang lain yang jauh sementara saudara-saudara kita sendiri hampir mati kelaparan. 30 milyar rupiah bukanlah uang negara yang terhitung sedikit, nominal tersebut setara dengan memberi makan sepuluh ribu orang miskin selama 6 bulan, dan setara dengan menyekolahkan DELAPAN RIBU anak-anak kurang mampu selama lebih dari ENAM TAHUN , dan atau setara dengan memberi operasi katarak kepada 2800 penderita katarak di seluruh Indonesia.

            Berdasar hal tersebut pemerintah sebaiknya mempertimbangkan keseimbangan antara bantuan yang diberikan kepada negara lain dan kepada negara Indonesia sendiri.

daftar pustaka :

Senin, 20 Desember 2010

presenter keselek nyamuk

Presenter TV Tumbang Gara-gara Telan Nyamuk Saat Siaran
(Vibizdaily-FYI) Seorang presenter TV di Taiwan harus dibawa ke rumah sakit saat ia sedang siaran. karena seekor nyamuk tidak sengaja tertelan dan tertinggal di tenggorokannya.

Presenter TV itu kemudian mengalami serangan asma berat usai menelan seekor nyamuk. Huang Ching, sang presenter menderita asma para ketika nyamuk menggigit dan terbang ke dalam mulutnya.

Seperti dikutip dari dailymail.co.uk, Sabtu (24/7/2010), Huang Ching harus dirawat di RS, setelah ia menelan serangga, yang kemudian terjebak dalam tenggorokan ketika dia sedang membaca berita.

Ching tetap melanjutkan siarannya meski produser acara meminta untuk memutuskan off air. Tidak lama, media TV tersebut memasang iklan empat menit dan menggantikan Huang dengan presenter lain.

"Aku tidak pernah membayangkan nyamuk itu memiliki dampak kekuatan besar. Itu benar-benar membuat hari saya buruk sekali," ungkap Ching.